





Membantu manajemen dan tim operasional memantau aktivitas rumah sakit, mengelola persediaan, serta mengoordinasikan berbagai unit kerja melalui sistem informasi yang saling terhubung.

Rumah sakit merupakan salah satu organisasi dengan kompleksitas operasional tertinggi di sektor kesehatan.
Dalam satu waktu pelayanan, faskes harus mengoordinasikan penanganan pasien kritis di IGD, jadwal pembedahan di kamar operasi, rotasi tempat tidur rawat inap, peracikan resep di instalasi farmasi, hingga pengadaan bahan medis habis pakai (BMHP) dan penagihan klaim penjamin.
Ketika setiap unit beroperasi menggunakan pencatatan terpisah, pimpinan rumah sakit kesulitan memperoleh visibilitas riil mengenai ketersediaan obat, kapasitas tempat tidur, dan efisiensi pembiayaan.
Solusi Operasional & Manajemen Buana Varia Komputama (BVK) menyatukan mata rantai aktivitas rumah sakit ke dalam ekosistem terpadu untuk memastikan pengelolaan faskes yang transparan, akuntabel, dan berbasis data real-time.
Dengan otomatisasi pencatatan logistik dan integrasi tarif tindakan ke billing kasir, rumah sakit dapat mengidentifikasi pemborosan, meminimalkan selisih klaim BPJS, dan menjaga kesehatan arus kas operasional secara berkelanjutan.

6 pilar pengelolaan rumah sakit yang saling tersinkronisasi untuk mendukung kelancaran pelayanan setiap hari.
Data operasional yang akurat membantu direktur dan pemangku kepentingan merespons dinamika pelayanan secara tepat waktu.

Pemantauan indikator BOR, LOS, TOI, dan BTO secara real-time untuk optimalisasi kapasitas bangsal dan alokasi perawat.

Analisis pola kunjungan harian, penyakit terbanyak (10 besar penyakit), dan utilisasi poliklinik spesialis untuk penyusunan jadwal.

Evaluasi perbandingan tarif riil rumah sakit terhadap besaran klaim paket INA-CBGs untuk menjaga surplus operasional faskes.
Fondasi tata kelola yang diselaraskan secara sirkular agar sistem manajemen diadopsi dengan lancar oleh seluruh staf rumah sakit.

Menyesuaikan konfigurasi sistem dengan alur kerja operasional spesifik yang ada di masing-masing instalasi rumah sakit.
Menertibkan data master obat, bahan medis habis pakai (BMHP), kamus tarif tindakan, dan data pegawai untuk menghindari inkonsistensi billing.
Membatasi kewenangan diskon, pembatalan transaksi, dan persetujuan pembelian obat hanya kepada pejabat berwenang dengan rekam jejak audit (audit log).
Membimbing staf gudang farmasi, akuntansi, dan rekam medis hingga mahir mengoperasikan laporan manajerial dan rekonsiliasi keuangan.
Memanfaatkan data operasional untuk mengukur Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan kepatuhan akreditasi rumah sakit (STARKES).
Otomatisasi pengiriman laporan rutin SIRANAP (Sistem Informasi Rawat Inap) dan RS Online tanpa pengetikan manual berulang.

Menyesuaikan konfigurasi sistem dengan alur kerja operasional spesifik yang ada di masing-masing instalasi rumah sakit.
Menertibkan data master obat, bahan medis habis pakai (BMHP), kamus tarif tindakan, dan data pegawai untuk menghindari inkonsistensi billing.
Membatasi kewenangan diskon, pembatalan transaksi, dan persetujuan pembelian obat hanya kepada pejabat berwenang dengan rekam jejak audit (audit log).
Membimbing staf gudang farmasi, akuntansi, dan rekam medis hingga mahir mengoperasikan laporan manajerial dan rekonsiliasi keuangan.
Memanfaatkan data operasional untuk mengukur Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan kepatuhan akreditasi rumah sakit (STARKES).
Otomatisasi pengiriman laporan rutin SIRANAP (Sistem Informasi Rawat Inap) dan RS Online tanpa pengetikan manual berulang.
Jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan oleh direksi dan tim IT rumah sakit.
Sistem farmasi BVK menerapkan metode FEFO (First Expired, First Out) dan FIFO secara ketat, disertai dashboard notifikasi otomatis untuk obat-obatan yang mendekati masa expired 3-6 bulan sebelumnya sehingga dapat segera di-retur atau diprioritaskan.
Konsultasikan integrasi logistik farmasi, bed management, dan pelaporan eksekutif bersama tim ahli BVK.